Bagaimana memulai bisnis jasa liputan wedding photography

Seiring makin banyaknya pernikahan yang terjadi dewasa ini, secara tidak langsung hal ini membantu melahirkan bisnis-bisnis baru yang berkaitan dengan acara pernikahan tersebut. Diantaranya bisnis catering, undangan, make up artist, dekorasi, fotografi hingga event organizer. Bisnis-bisnis tersebut berkembang pesat seiring makin banyaknya acara pernikahan yang berlangsung di masyarakat. Seiring perkembangan tersebut tentu menuntut masing-masing pelaku usaha untuk dapat bersaing dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi customer nya agar dapat mempertahankan pelanggan dan reputasinya.

Salah satu bisnis yang banyak diminati adalah jasa liputan wedding photography, karena dibanding bisnis untuk pernikahan yang lain, bisnis jasa liputan wedding photography ini termasuk bisnis yang mudah dijalankan. Hanya bermodalkan kamera dan tim dengan teknik yang mumpuni, maka bisnis ini dapat langsung dijalankan, tanpa memerlukan peralatan atau tempat sewa khusus seperti katering yang membutuhkan banyak peralatan, persiapan dan tempat memasak. Dengan kemudahan tersebut, tentu pelaku bisnis di bidang wedding photography juga akan lebih banyak dibanding bisnis lain.

Namun jangan khawatir dulu, bagi anda yang baru akan memulai bisnis jasa liputan wedding photography, anda bisa mengikuti beberapa tips berikut agar dapat sukses menjalankan bisnis ini, diantaranya :

 

  1. Mulailah dari inner circle anda

Belajar fotografi tidak melulu harus dimulai dari hal-hal yang besar dan sulit seperti modal yang besar. Anda bisa mulai belajar dari lingkup terkecil anda seperti keluarga, kerabat dan sahabat di sekitar anda. Mulailah mengambil gambar dari aktivitas sehari-hari, dan rajinlah melakukan evaluasi  terhadap foto yang diperoleh. Dari situ anda bisa belajar meningkatkan skill tanpa perlu les khusus atau modal yang besar.

  1. Berikan jasa fotografi anda secara free

Untuk dapat mendapatkan klien yang banyak anda harus membangun kepercayaan terlebih dahulu dengan mengumpulkan banyak portofolio. Portofolio tersebut bisa dibuat dengan memberikan jasa foto pernikahan secara free, tentu dilakukan dengan profesional dan hasil yang bagus. Anda dapat meminta saran dan kritik dari customer atas hasil yang anda berikan, dengan begitu anda dapat mengumpulkan portofolio dan belajar secara langsung di dunia jasa liputan wedding photography.

  1. Buatlah website yang berisi portofolio wedding anda

Membuat website berisi portofolio hasil jepretan anda akan membantu dalam memasarkan bisnis anda secara tidak langsung. Para konsumen dapat melihat langsung hasil jepretan anda, sehingga dapat menjadi pertimbangan tersendiri bagi mereka untuk menentukan vendor pernikahan nanti.

  1. Perhatikan hal-hal yang berkaitan dengan legal

Hal ini mencakup pembuatan kontrak kerjasama, buatlah secara detail namun ringkas isi perjanjian yang akan menjadi hak dan kewajiban konsumen sebelum menggunakan jasa anda. Pastikan kedua pihak paham akan kontrak yang dibuat agar tidak ada yang merasa dirugikan, dan dapat menimbulkan konflik di kemudian hari. Pastikan juga semua biaya fotografi tercantum dalam kontrak tersebut, jangan sampai ada biaya tambahan diluar kesepakatan kedua pihak.

Kira-kira itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum anda memulai bisnis wedding photography, selamat mencoba dan semoga berhasil!

 

Share on:

Leave a comment